SEJAK dahulu Belanda terkenal akan sepak bolanya,dari negara itu juga banyak terlahir pemaiin legendaris yang telah menorehkan prestasi yang gemilang baik untuk negara Belanda sendiri,maupun tempat club nya bermain.
Sebut saja legenda masa lalu Ruud gullit,Marco van basten,Frank rijkaard,Johan cruijff dan masih banyak lagi,bahkan nama terakhir bisa mentransfer konsep Total Footbal,taktik khas sepak bola Belanda ke club tempat ia bermain Barcelona,hingga kekompakan bermain yang cantik club tersebut telah membuatnya dengan torehan prestasi yang mengagumkan.
Sampai zaman sekarang pun,akibat dari proses regenerasi yang serius,Belanda seolah tidak pernah kehilangan Bakat-bakat muda sepak bola.
Tengok saja nama-nama Robby Van persi,Wesley sneidjer,Mark Van Bommel,Dirk Kuyt,Arjen Robben yang menjadi tulang punggung Clubnya masing-masing.
Meskipun belum pernah berhasil menjuarai Piala Dunia,tetapi kesebalasan yang berjuluk ‘juara tanpa Mahkota’ ini,selalu diperhitungkan oleh negara-negara yang menjadi lawanya ketika mengikuti turnamen.
Ironis nya Indonesia,sebagai negara yang mempunyai ikatan emosional karena pernah menjadi jajahannya selama 350 tahun,tidak mengikuti ‘mbahnya’ dalam dunia sepak bola.
Tidak seperti Brasil yang ’sepaham’ dengan Mantan majikannya Portugal, Argentina,Uruguay,Paraguay atau meksiko yang bisa menyamai Spanyol sebagai ‘Mantan Bapak’ asuhnya di masa lalu.
Tidak bisa di pungkiri,para negara penjajah di era kolonial banyak mentransfer cara berpolitik,sosbud, atau Ekonominya ke nagara yang di jajahnya,termasuk olah raga.
Kenapa bekas jajahan Inggris rata-rata maju dalam industri dan ekonominya, bekas jajahan spanyol dan portugal seperti yang sudah ditulis diatas hebat sepak bolanya,kecuali Philipina yang lebih memilih Basket yang ditularkan AS.Timor leste mungkin sebentar lagi bangkit sepak bolanya,sedangkan waktu masih menjadi provinsi ke-27 Indonesia pun Timor timur sempat menyumbangkan pemainnya ke skuad Timnas indonesia,sebutlah Miro Baldo Bento.
Prestasi sepak bola indonesia seakan ‘mbung’ mengikuti jejak Belanda,hanya terjebak dalam rangkaian Konflik yang mendera dari mulai para Pamong hingga Suporternya.boro-boro melahirkan pemain yang bisa bicara di tingkat internasional,di tingkat lokalpun masih ogah-ogahan.
Mungkin yang ditiru Indonesia dari Belanda hanya mental korupsi dan intrik perpecahan yang di contohkan VOC,perusahaan Belanda yang pertama ‘menguras’ indonesia.
Akhir perusahaan tersebut bubar,karena mental curang, Korupsi dan gaya hidup mewah para pejabatnya,sehingga perusahaan diambilalih oleh pemerintah Belanda.
Perantau yang tidak sepakat untuk merantau. mengharapkan dekat dengan kedua orang tua nya.
Minggu, 03 Juni 2012
Jumat, 01 Juni 2012
Brimob Sulteng Melaksanakan Psikotest.
PULUHAN anggota Brimob Polda Sulawesi tengah pada
hari sabtu (21/04) bertempat di aula Markas Komando Satuan Brimob di
Kelurahan Mamboro,kecamatan Palu utara,melaksanakan psikotes yang
bersifat menyeleksi untuk kepemilikan senjata api perorangan.
Menurut Wakil kesatuan Brimob Sulawesi Tengah,Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ferdinan Max Pasule Sik,kegiatan Psikotest tersebut amatlah penting guna mendukung kinerja anggota Brimob,sebagai antisipasi akan penyalahgunaan senjata api.
Tes tersebut dimulai pukul 09.00 wita.dengan dipimpin dan diawasi oleh tim psikologis dari Polda Sulawesi tengah.
Menurut Wakil kesatuan Brimob Sulawesi Tengah,Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ferdinan Max Pasule Sik,kegiatan Psikotest tersebut amatlah penting guna mendukung kinerja anggota Brimob,sebagai antisipasi akan penyalahgunaan senjata api.
Tes tersebut dimulai pukul 09.00 wita.dengan dipimpin dan diawasi oleh tim psikologis dari Polda Sulawesi tengah.
Selamat Jalan Bapak KOMJEN POL (PURN) Mohammad Yassin
SELURUH jajaran Krops Brigade Mobil (Brimob) berduka
atas mangkatnya Bapak pendiri satuan elit Kepolisian di Indonesia Bapak
Komisaris Jenderal Polisi (purn) Mohamad Yassin,beliau tutup usia di
Rumah Sakit POLRI pada hari kamis tanggal 03 mei 2012 pada usia 92
tahun.
Sosok kelahiran sulawesi ini terlibat dalam peristiwa heroik 10 november 1945,waktu beliau menjabat sebagai kepala polisi istimewa di surabaya,bersama Bung Tomo memobilisasi arek-arek Suroboyo untuk melakukan aksi perlawanan terhadap pasukan Sekutu.
Selamat jalan Bapak,semoga keteladan Bapak dapat di ikuti kami yang sedang mereformasi diri menjadi Brimob yang Humanis,Mahir,terpuji dan patuh Hukum.
Sosok kelahiran sulawesi ini terlibat dalam peristiwa heroik 10 november 1945,waktu beliau menjabat sebagai kepala polisi istimewa di surabaya,bersama Bung Tomo memobilisasi arek-arek Suroboyo untuk melakukan aksi perlawanan terhadap pasukan Sekutu.
Selamat jalan Bapak,semoga keteladan Bapak dapat di ikuti kami yang sedang mereformasi diri menjadi Brimob yang Humanis,Mahir,terpuji dan patuh Hukum.
Pos Sa’atu : “Salah Masuk”
TAHUN 2006
tepatnya di bulan september disaat bulan Ramadhan dimana umat muslim
melaksanakan ibadah puasa,saya mendapat perintah tugas menjaga sebuah
desa di wilayah Poso pesisir,kabupaten Poso,Sulawesi Tengah,Desa
tersebut bernama ‘Sa’atu’.
Desa yang penduduknya mayoritas bekerja sebagai petani Kakao dan Padi
itu diapit dua desa yang berbeda corak budaya dan agama dengan desa yang
kami jaga ini.Satu regu jumlah rekan-rekan saya ditempatkan di rumah bekas warga yang ditinggal mengungsi karena adanya kerusuhan Poso yang berbau SARA terjadi di tahun-tahun sebelumnya.
Regu saya ditempatkan disana karena adanya Operasi Kepolisian dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan sehubungan akan dilaksanakan eksekusi hukuman mati terpidana aktor kerusuhan Poso jilid III Fabianus Tibo cs.
Hari-hari pertama saya menjaga desa tersebut langsung berbaur dengan masyarakat,saya mengunjungi kepala Desa,dan bertanya seluk beluk kampung tersebut,mulai dari sejarah,demografi,dan situasi kerawanan.
Saya mendapat informasi dari kepala desa mayoritas masyarakat desa itu beragama Kristen,hanya ada satu dua rumah yang beragama muslim,(dan itupun kami belum mengetahui letak rumah warga yang beragama muslim) desa tersebut pernah di serang kelompok tidak dikenal pada waktu kerusuhan yang menyebabkan meninggalnya warga di desa itu.
Akhirnya komandan saya mengajak masyarakat disana untuk melaksanakan Siskamling bersama warga,bergantian setiap malam.
Pada waktu itu regu saya dari sepuluh orang,delapan anggotanya beragama islam dan sisanya masing-masing beragama Hindu dan Kristen,jadi karena bertepatan bulan Ramadhan kami yang muslim melaksanakan ibadah puasa,tiap dini hari yang bertugas piket mendapat tugas tambahan memasak untuk makan sahur.
Warga desa walaupun tidak melaksanakan Ibadah puasa sangatlah toleran menghormati kami yang berpuasa,mereka tidak ada yang makan atau minul didepan kami,malahan mereka menyiapkan makanan untuk berbuka.
Sebagai orang baru datang ke pulau sulawesi,saya sangat kaget dengan iklim udara yang sangat panas tentunya ini berbeda dengan wilayah asal saya yang iklimnya sejuk dan dingin,setengah mati saya melaksanakan ibadah puasa karena belum terbiasa panas,dihari pertama saya sukses menamatkan puasa,dihari kedua mulai agak tergoda.
Waktu itu disamping rumah saya ada kios makanan,saya dan teman saya yang bernama Galih yang sama-sama sudah lemas karena puasa,berencana membatalkan puasa,dengan mendatangi kios untuk membeli minuman dingin yang ada di lemari es kios.
Setelah sampai di kios langsung saya dan galih menghantam minuman dingin,lalu mengobrol dengan pemilik kios tersebut,saya bilang kalo saya haus,dan minta dibuatkan Mie rebus.lalu saya bertanya kepada pemilik kios.
” Bikinkan mie rebus yah,tidak puasa juga toh??”
” Maaf Bang saya Muslim,tapi tidak apa-apa saya bikinkan,kalo Abang memang tidak puasa”. Jawabnya.
Sontak saya dan Galih kaget bercampur malu,mendengar jawaban beliau.
MOP Papua & Baku Sedu Manado
HARI selasa tanggal (08/05) tahun 2012 kemarin
malam,saya menonton acara ‘Stand up comedy open mic’ yang ditayangkan di
Metro TV.
Acara tersebut menghadirkan Comic (peserta Stand up comedy) Edo kondologit,penyanyi bersuara merdu asal Provinsi paling timur indonesia Papua.
Sebelum tampil Pace* Edo mengatakan bahwa persiapan untuk tampil di panggung sangat mendadak,jadi agak grogi,dan takut kalau tidak lucu.
Ternyata pas dia tampil banyolannya begitu lucu,dan orisinil,seakan saya pun lupa kalau dia itu seorang penyanyi bukan pelawak monolog,sehingga sang Host mengatakan kalau nanti mengundang Edo kondologit,tidak usah menyanyi tapi disuruh saja melawak,ada-ada saja.
Berbicara Stan up comedy,sebenarnya di Indonesia bagian Timur (khususnya Papua dan Manado) ada tradisi yang sama yang biasa di lakukan ketika masyarakat sementara kumpul-kumpul melepas penat atau kongkow-kongkoe di warung sambil minum dan makan.
Kalo di Papua disebut MOP,kalau di Manado ada Bakusedu.keduanya merupakan tradisi asli yang ada di wilayah di Indonesia bagian timur,berisi cerita-cerita tentang fenomena-fenomena tentang kehidupan sehari-hari,kritik sosial sampai Isyu politik yang sedang terjadi.
Ketika berkumpul ada satu orang yang menjadi Comik,bercerita sampai teman-teman yang lain ketawa terbahak-bahak.
Bedanya kalau di televisi resmi dan komersil,nah apabila disini sangat sukarela dan berisi pesan keakraban dalam pergaulan.
Jadi kapan nih mas Panji pragiwaksono mengundang para comik dari bagian timur indonesia?
Jujur saya sudah hampir delapan tahun hidup di bagian timur indonesia,dan sering mendengar sebagian masyarakat apabila ada acara perlombaan di Televisi,pasti berkomentar dengan mengatakan kenapa dari jawa terus yang ditampilkan???
*pace : panggilan Bapak di Papua
Acara tersebut menghadirkan Comic (peserta Stand up comedy) Edo kondologit,penyanyi bersuara merdu asal Provinsi paling timur indonesia Papua.
Sebelum tampil Pace* Edo mengatakan bahwa persiapan untuk tampil di panggung sangat mendadak,jadi agak grogi,dan takut kalau tidak lucu.
Ternyata pas dia tampil banyolannya begitu lucu,dan orisinil,seakan saya pun lupa kalau dia itu seorang penyanyi bukan pelawak monolog,sehingga sang Host mengatakan kalau nanti mengundang Edo kondologit,tidak usah menyanyi tapi disuruh saja melawak,ada-ada saja.
Berbicara Stan up comedy,sebenarnya di Indonesia bagian Timur (khususnya Papua dan Manado) ada tradisi yang sama yang biasa di lakukan ketika masyarakat sementara kumpul-kumpul melepas penat atau kongkow-kongkoe di warung sambil minum dan makan.
Kalo di Papua disebut MOP,kalau di Manado ada Bakusedu.keduanya merupakan tradisi asli yang ada di wilayah di Indonesia bagian timur,berisi cerita-cerita tentang fenomena-fenomena tentang kehidupan sehari-hari,kritik sosial sampai Isyu politik yang sedang terjadi.
Ketika berkumpul ada satu orang yang menjadi Comik,bercerita sampai teman-teman yang lain ketawa terbahak-bahak.
Bedanya kalau di televisi resmi dan komersil,nah apabila disini sangat sukarela dan berisi pesan keakraban dalam pergaulan.
Jadi kapan nih mas Panji pragiwaksono mengundang para comik dari bagian timur indonesia?
Jujur saya sudah hampir delapan tahun hidup di bagian timur indonesia,dan sering mendengar sebagian masyarakat apabila ada acara perlombaan di Televisi,pasti berkomentar dengan mengatakan kenapa dari jawa terus yang ditampilkan???
*pace : panggilan Bapak di Papua
Diaspora Tukang Kredit Tasikmalaya
SAYA dilahirkan di daerah dengan mayoritas masyarakat nya adalah
pedagang keliling,dengan sistim kredit dor to dor dan akrab dengan
sebutan tukang kredit,hampir semua kerabat keluarga saya merantau keluar
daerah bahkan keluar pulau menekuni profesi ini termasuk bapak kandung
saya sendiri,hingga dari hasil ini bisa menyekolahkan saya menjadi orang
yang seperti diharapkan beliau.
Barang yang ditawarkan untuk di kreditkan pun bervariasi,mulai dari kacamata,alat keperluan rumah tangga,makanan sampai elektronik,kecuali mungkin uang tunai,karena sebagian masyarakat daerah saya termasuk Fanatik,dan mengganggap meminjamkan uang memakai bunga adalah riba,dan menurut ajaran Islam adalah Haram.
Sewaktu saya remaja,awalnya saya menganggap usaha ini tidak efektif dan tidak mungkin bisa menghasilkan uang banyak,waktu itu saya berpikir lebih baik saya di kampung saya sendiri membangun kampung dengan bertani,alasan nya saya hanya melihat orang-orang di sekitar kampung saya yang kurang berhasil dan terkadang membawa utang setelah pulang merantau dengan menjadi tukang kredit,tapi semuanya berubah,ketika saya bekerja di pulau Sulawesi,tepatnya kota Palu dan Poso.
Di kota ini tidak sedikit orang-orang dari daerah saya yang berhasil “menaklukan” daerah palu dengan menjadi menjadi tukang kredit,terutama yang menjajakan kacamata.
Ada sebuah toko kacamata dengan gedung yang sangat besar,di seputaran jalan Hasanudin,Palu.toko tersebut bernama Optik Farabbi,pemiliknya termasuk orang terpandang di kota ini.juga berasal dari daerah saya cuma berbeda kecamatan.
Ketika saya mengunjunginya beliau bercerita bahwa bisa menjadi seperti ini dimulai dari berkeliling menawarkan kacamata,dikarenakan ada kemauan maka akhirnya bisa membuka toko dan menaklukan kota,beliau juga bercerita dan mengenalkan teman-tamannya yang berhasil di palu dari satu daerah kami.
Dalam berdagang,ternyata untung yang didapat dari barang yang di bawa dari pulau jawa sangatlah besar,mungkin selain trade mark akan made in bandung,yang mempunyai nilai gengsi di kota palu,khususnya pakaian,juga dikarenakan ketiadaan pabrik-pabrik tektil,sandal,optik ataupun peralatan rumah tangga di kota palu,sehingga menjadikannya sebagai peluang bisnis.
Pantas mengapa mereka rela merantau jauh-jauh berdagang keliling,ternyata hasilnya tidak bisa dianggap enteng,berani menginjakan kaki di kampung orang,keluar daerah,pulau sampai di pulau terpencil pun seperti kepulauan Banggai atau Una una,ada yang namanya tukang kredit asal Tasikmalaya.
Sumber foto Google
Barang yang ditawarkan untuk di kreditkan pun bervariasi,mulai dari kacamata,alat keperluan rumah tangga,makanan sampai elektronik,kecuali mungkin uang tunai,karena sebagian masyarakat daerah saya termasuk Fanatik,dan mengganggap meminjamkan uang memakai bunga adalah riba,dan menurut ajaran Islam adalah Haram.
Sewaktu saya remaja,awalnya saya menganggap usaha ini tidak efektif dan tidak mungkin bisa menghasilkan uang banyak,waktu itu saya berpikir lebih baik saya di kampung saya sendiri membangun kampung dengan bertani,alasan nya saya hanya melihat orang-orang di sekitar kampung saya yang kurang berhasil dan terkadang membawa utang setelah pulang merantau dengan menjadi tukang kredit,tapi semuanya berubah,ketika saya bekerja di pulau Sulawesi,tepatnya kota Palu dan Poso.
Di kota ini tidak sedikit orang-orang dari daerah saya yang berhasil “menaklukan” daerah palu dengan menjadi menjadi tukang kredit,terutama yang menjajakan kacamata.
Ada sebuah toko kacamata dengan gedung yang sangat besar,di seputaran jalan Hasanudin,Palu.toko tersebut bernama Optik Farabbi,pemiliknya termasuk orang terpandang di kota ini.juga berasal dari daerah saya cuma berbeda kecamatan.
Ketika saya mengunjunginya beliau bercerita bahwa bisa menjadi seperti ini dimulai dari berkeliling menawarkan kacamata,dikarenakan ada kemauan maka akhirnya bisa membuka toko dan menaklukan kota,beliau juga bercerita dan mengenalkan teman-tamannya yang berhasil di palu dari satu daerah kami.
Dalam berdagang,ternyata untung yang didapat dari barang yang di bawa dari pulau jawa sangatlah besar,mungkin selain trade mark akan made in bandung,yang mempunyai nilai gengsi di kota palu,khususnya pakaian,juga dikarenakan ketiadaan pabrik-pabrik tektil,sandal,optik ataupun peralatan rumah tangga di kota palu,sehingga menjadikannya sebagai peluang bisnis.
Pantas mengapa mereka rela merantau jauh-jauh berdagang keliling,ternyata hasilnya tidak bisa dianggap enteng,berani menginjakan kaki di kampung orang,keluar daerah,pulau sampai di pulau terpencil pun seperti kepulauan Banggai atau Una una,ada yang namanya tukang kredit asal Tasikmalaya.
Sumber foto Google
Beliau Memang Jagonya
ADA pepatah buah tidak akan jatuh tidak jauh dari pohonnya,peribahasa
tersebut di tunjukan kepada seorang anak yang biasanya memiliki
kemiripin akan fisik,sifat bahkan bakat dengan orang tuanya,terutama
ayahnya.
Bahkan teman saya yang kuliah di fakultas kedokteran mengatakan bahwa 70% gen seorang anak cenderung memiliki kemiripan dengan ayahnya.
Saya yang biasa mendapat nilai jelek pelajaran biologi di sekolah cuma percaya saja,karena dengan sedikit pengamatan dan renungan dengan memperhatikan lingkungan ternyata sebagian masuk akal juga,khusus nya jika saya bandingkan saya dengan ayah saya.
Secara fisik saya dan ayah memang mirip,dari mulai tinggi badan,cara berjalan,hidung bibir.mugkin hanya kulit yang agak sedikit berbeda.
Tapi yang tidak saya habis pikir,bakat dan kemampuan yang di miliki ayah saya tidak pernah ada dalam diri saya,meskipun saya berusaha sekuat tenaga untuk seperti beliau.
Saya mengetahui bahwa ayah saya seorang yang gila olah raga, mempunyai kemampuan yang menonjol dalam cabang olah raga tertentu,itu sebabnya di usianya yang hampir setengah abad,tampilan postur tubuh beliau masih bisa dikatakan sempurna,bila dilihat tampilan perutnya pun masih six pax,tidak terkesan seperti om-om yang buncit seumuran beliau,saya suka iri sekaligus malu kenapa saya yang lebih muda 27 tahun dari usia beliau tetapi perut sudah busung tak menentu.
Yang lebih membuat saya iri,beliau jago bermain vole,dengan servis kidalnya yang khas,bahkan menjadi legenda di kampung,sedangkan saya?? Sering mendapat cemoohan karena tidak bisa sama sekali bermain voli,bahkan orang-orang sering membandingkan kemampuan ayah dengan saya dengan nada merendahkan.
Yang paling sering saya sesalkan kenapa bakat musik ayah,utamanya memainkan gitar tidak turun sama sekali kepada saya…
Namanya remaja di masa saya,adalah awal dimana berjamurnya group-group band,gadis-gadis disekolah seolah-olah silau akan tampilan keren seorang anak band,apalagi yang mahir memainkan alat musik.
Dengan susah payah saya belajar memainkan gitar untuk mengikuti arus waktu itu,walhasil..jeblog sampai saat ini jangan kan memetikan lincah tangan saya di senar gitar,kuncinya saja saya tidak hapal.
Dan ternyata pengakuan teman ayah saya,beliau mendapat julukan ‘nirvananya’ desa saya,dengan kemampuan memainkan gitar dengan memtik sinar memakai tangan kiri seperti nirvana..tuh kan skornya sudah 2 : 0 !!!!
Yang terakhir beliau adalah seorang yang ahli otomotif,listrik dan pertukangan….
Dua hal yang membuat saya rendah diri di saat saya menjalani rumah tangga sekarang…
Bahkan teman saya yang kuliah di fakultas kedokteran mengatakan bahwa 70% gen seorang anak cenderung memiliki kemiripan dengan ayahnya.
Saya yang biasa mendapat nilai jelek pelajaran biologi di sekolah cuma percaya saja,karena dengan sedikit pengamatan dan renungan dengan memperhatikan lingkungan ternyata sebagian masuk akal juga,khusus nya jika saya bandingkan saya dengan ayah saya.
Secara fisik saya dan ayah memang mirip,dari mulai tinggi badan,cara berjalan,hidung bibir.mugkin hanya kulit yang agak sedikit berbeda.
Tapi yang tidak saya habis pikir,bakat dan kemampuan yang di miliki ayah saya tidak pernah ada dalam diri saya,meskipun saya berusaha sekuat tenaga untuk seperti beliau.
Saya mengetahui bahwa ayah saya seorang yang gila olah raga, mempunyai kemampuan yang menonjol dalam cabang olah raga tertentu,itu sebabnya di usianya yang hampir setengah abad,tampilan postur tubuh beliau masih bisa dikatakan sempurna,bila dilihat tampilan perutnya pun masih six pax,tidak terkesan seperti om-om yang buncit seumuran beliau,saya suka iri sekaligus malu kenapa saya yang lebih muda 27 tahun dari usia beliau tetapi perut sudah busung tak menentu.
Yang lebih membuat saya iri,beliau jago bermain vole,dengan servis kidalnya yang khas,bahkan menjadi legenda di kampung,sedangkan saya?? Sering mendapat cemoohan karena tidak bisa sama sekali bermain voli,bahkan orang-orang sering membandingkan kemampuan ayah dengan saya dengan nada merendahkan.
Yang paling sering saya sesalkan kenapa bakat musik ayah,utamanya memainkan gitar tidak turun sama sekali kepada saya…
Namanya remaja di masa saya,adalah awal dimana berjamurnya group-group band,gadis-gadis disekolah seolah-olah silau akan tampilan keren seorang anak band,apalagi yang mahir memainkan alat musik.
Dengan susah payah saya belajar memainkan gitar untuk mengikuti arus waktu itu,walhasil..jeblog sampai saat ini jangan kan memetikan lincah tangan saya di senar gitar,kuncinya saja saya tidak hapal.
Dan ternyata pengakuan teman ayah saya,beliau mendapat julukan ‘nirvananya’ desa saya,dengan kemampuan memainkan gitar dengan memtik sinar memakai tangan kiri seperti nirvana..tuh kan skornya sudah 2 : 0 !!!!
Yang terakhir beliau adalah seorang yang ahli otomotif,listrik dan pertukangan….
Dua hal yang membuat saya rendah diri di saat saya menjalani rumah tangga sekarang…
Langganan:
Postingan (Atom)

